
Seminggu Penuh Anggota DPR RI Fraksi Gerindra Yan P. Mandenas yang kini duduk di Komisi XIII DPR RI melakukan Safari Sosialisasi Empat Pilar MPR RI di Papua, kegiatan inipun dilakukan seperti lari Marathon
Kakak Yan sapaan akrab anggota DPR RI Fraksi Gerindra Dapil Papua ini benar-benar bisa dibilang “nafas panjang” bagaimana tidak, dengan waktu yang sangat padat serta jam terbang yang tinggi serta jarak Jakarta-Papua yang sangat jauh bapak lima anak ini masih setia dengan pekerjaannya dalam mensosialisasikan empat pilar MPR RI, (Pancasila, UUD NRI Tahun 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika) di Dapil Papua.
Kegiatan kali ini dilaksanakan secara Marathon di tiga tempat yang berbeda di sekitar Jayapura Papua. Menurutnya kegiatan akhir tahun anggota DPR RI sangat padat, bahkan tidak jarang sedikit “mengganggu” persiapan Natal dan Tahun Baru, terlebih bagi anggota yang merayakan Natal, kegiatan seperti ini terkadang benar-benar menyita waktu. Namun demikian baginya tidak masalah karena ini adalah pekerjaan panggilan dari masyarakat juga ujar Kakak Yan.
Saat mendampingi Kakak Yan dalam safari Sosialisasi Empat Pilar di Dapil Papua ini, Lensapapua dapat merekam dengan jelas bagaimana interaksi YPM (sapaan lainnya) dengan masyarakat. Hampir semua orang mengenal bapak dewan ini dan hampir setiap kegiatan dihadiri oleh ratusan orang dari berbagai kalangan bahkan tidak jarang ada ibu-ibu yang sudah “sepuh” menyempatkan hadir pada acara Kakak Yan karena juga merasa terpanggil untuk hadir dalam kegiatan dimaksud.
Sosialisasi kali ini dilakukan di sebuah Gereja di sekitar Dok V Jayapura, dan dalam paparannya Mandenas menyebutkan bahwa dalam mensosialisasikan Empat Pilar seperti ini tidak jarang dirinya harus mengorbankan waktu lebih karena biasanya masyarakat tidak hanya menginginkan acara sosialisasi. “seperti kali ini, saya seperti pendeta yang menyampaikan khutbah” disambut gelak tawa peserta sambil lalu dia teruskan paparannya bahwa dalam menjaga ketutuhan bangsa dan negara ini sebenarnya empat pilar ini sudah cukup tinggal bagaimana kita menerjemahkan ke dalam kehidupan berbangsa dan bernegara secara harmonis.
Lebih jauh dia juga menghimbau tentang pentingnya menjadi warga yang berjiwa Pancasila, menurutnya Orang Asli Papua (OAP) sebenarnya telah ber-pancasila sebelum ada Pancasila. Kita semua tahu bahwa saat Pancasila dirumuskan, Papua belum terintegrasi dengan NKRI tetapi masyarakat kita di sini sudah mengamalkan nilai-nilai Pancasila, seperti Ketuhanan yang maha esa. “Masyarakat Papua sudah bertuhan sejak dulu” dan lebih jauh lagi masyarakat di Papua ini kan beragam (bhinneka) tetapi memiliki kesamaan visi yaitu satu tanah Papua yang damai.
Jadi sebenarnya kalau kita berbicara tentang Empat Pilar ini, Papua sudah lebih dulu memiliki pilar-pilar kebangsaan yang telah diamalkan sejak nenek moyang kita sedangkan saat ini kita hanya meneruskannya saja tentu dengan konsep tertulis yang dapat dibaca, sedangkan kalau jaman dulu masyarakat mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari tanpa mengetahui bahwa yang mereka lakukan sebenarnya berpancasila. Selain di Gereja Dok V Mandenas juga telah melaksanakan kegiatan sosialisasi empat pilar di Perkampungan warga di Holtekamp Kota Jayapura serta disebuah Gereja di Hamadi Jayapura. Kegiatan kali inipun temanya sama dengan kegiatan-kegiatan lain tentang Sosialisasi Empat Pilar.